Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telekomunikasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pengertian sistem OFDMA dan SCFDMA

OFDMA
OFDMA adalah teknologi yang berbasis frequency division multiplexing (OFDM), yang telah lama digunakan pada ADSL, Wi-Fi(802.11a/g), DVB-H dan beberapa sistem transmisi digital berkecepatan tinggi yang lain. Masuknya teknologi OFDM ke dunia Wireless adalah saat diluncurkannya fixed-access WiMAX 802.16d yang digunakan untuk teknologi akses internet berkecepatan tinggi sebagai pengganti teknologi akses tradisional seperti ADSL dan kabel, atau sebagai solusi teknologi akses di daerah yang belum pernah dibangun teknologi akses sebelumnya karena topografi yang tidak menguntungkan.


Pada OFDM, bandwidth dibagi-bagi menjadi sejumlah band yang lebih kecil, yang secara matematis saling orthogonal, dengan menggunakan teknik Fast Fourier Transforms (FFTs). Rekontstruksi band2 tersebut dilakukan dengan menggunakan Inverse Fast Fourier Transforms (IFFTs). FFTs dan IFFTs adalah algoritma yang dapat diimplementasikan secara efisien dengan menggunakan kelipatan 2. Tipikal, ukuran FFT pada sistem OFDM adalah 128, 256, 512, 1024, dan 2048. Bandwidth yang dapat disupport oleh OFDM adalah 5, 10, dan 20 MHz. Salah satu kelebihan teknik ini adalah kemudahannya dalam beradaptasi pada bandwidth yang berbeda-beda. Misal alokasi bandwidth 10MHz dapat dibagi menjadi 1024 subcarriers, sedangkan 5MHz dapat dibagi menjadi 512 subcarriers, tipikal sebesar 10 kHz.

Jadi OFDMA dikembangkan untuk memberikan kemampuan mobilitas pada OFDM (yang sebelumnya digunakan untuk fixed-wireless) sehingga dapat digunakan untuk sistem seluler. Pada OFDMA, beberapa subcarriers dikelompokkan menjadi unit yang lebih besar (subchannels), dan subchannels ini dikelompokkan lagi menjadi bursts yang dapat dialokasikan untuk wireless users. Tiap alokasi bursts dapat dirubah dari frame ke frame sesuai dengan orde modulasi yang dipakai. Hal ini memungkinkan Base Station untuk menambah penggunaan bandwidth secara dinamis seusai dengan kebutuhan sistem.


SCFDMA


SC-FDMA adalah teknologi multicarrier berbasis OFDMA untuk uplink. Ia ditujukan untuk mempermudah sistem trasmitter pada handset dan mereduksi konsumsi daya dengan fitu PAPR yang lebih rendah. Pada struktur receiver, ia lebih kompleks daripada OFDMA dengan performa link yang sama, namun hal ini mungkin tak menjadi problem karena receiver berada pada base station, yang tidak memiliki permasalahan daya atau kompleksitas.


SC-FDMA terlokalisasi dimaksudkan untuk uplink pada LTE. Sistem SC-FDMA terdistribusi belum digunakan karena kelemahannya terhadap offset Doppler dan offset frekuensi, dan juga keterbatasannya terhadap rancangan pilot. Pilot SC-FDMA secara umum dimultipleks berdasar waktu (time) dan dirancang untuk PAPR yang rendah. Keterbatasan ini lebih parah pada SC-FDMA terdistribusi dan dapat berakibat pada fleksibilitas yang lebih rendah daripada OFDMA.
SC-FDMA juga diusulkan untuk dimasukkan dalam IEEE 802.16m (WiMAX-m) untuk uplink. 

Namun, usulan-usulan terakhir lebih mendukung OFDMA daripada SC-FDMA pada uplink karena SC-FDMA tak dapat memperoleh keuntungan secara penuh terhadap multiuser diversity, selain itu kelebihan PAPR pada SC-FDMA dapat diimbangi oleh teknik-teknik PAPR tingkat lanjut pada OFDMA. Selain itu kompatibilitas mundur (backward compatibility) terhadap WiMAX-e merupakan poin lain dalam memilih SC-FDMA sebagai uplink dari WiMAX-m.

Teknik-teknik MIMO dapat digunakan pada SC-FDMA untuk mengeksploitasi diversity sebagaimana halnya multipleksing spasial, yang mana ini mirip dengan MIMO-OFDM, yaitu dalam domain frekuensi setelah FFT.



Telekomunikasi

Jumat, 14 Oktober 2016

Kenapa nilai PAPR harus diturunkan nilainya?

Salah satu teknik transmisi multicarier yang populer digunakan pada komunikasi nirkabel adalah Orthogonal Frequency Devision Multiplexing (OFDM). Namun kelemahan teknik ini adalah Peak to Average Power Ratio (PAPR) yang tinggi. PAPR merupakan perbandingan daya puncak dengan daya rata- rata sinyal. PAPR yang tinggi dapan meningkatkan kompleksitas Analog to Digital Converter (ADC) maupun Digital to Analog Converter (DAC) serta mengurangi efisiensi dari power aplifier. Oleh karena itu nilai PAPR yang tinggi harus direduksi.


Telekomunikasi

Reduksi PAPR dengan Teknik TR (Tone Reservation)

Tone reservation (TR) adalah sebuah teknik yang efisien dalam pengurangan nilai PAPR dari sebuah sinyal OFDM. Ide dasar TR adalah penambahan umum untuk reduksi PAPR. Sebuah blok data dalam ranah waktu ditambahkan ke sinyal asli untuk mengurangi amplitude sinyal asli tersebut. Disisi penerima blok-blok data dapat dipisahkan dengan mudah dari sinyal aslinya. Maka pada metode TR sekumpulan kecil tone-tone (beberapa subcarrier) ditambahkan dalam sinyal multicarrier asli untuk mengurangi nilai PAPR, dan tone-tone tersebut tidak mengandung data. Karena tone-tone tersebut memiliki nilai SNR yang kecil, maka tidak dapat menampung data, sehingga hanya dimanfaatkan untuk






Diagram blok Transceiver dengan methor TR
Pemahaman TR di tunjukkan seperti gambar di bawah: 

Telekomunikasi

Kamis, 13 Oktober 2016

Pengertian PAPR ( Peak to Average Power Ratio)

Penguat linier dapat menimbulkan distorsi tak linier di outputnya akibat dari input yang jauh lebih besar dari nilai nominalnya. Karakteristik input-output sebuah penguat daya tinggi atau high power amplifier (HPA) ditunjukkan seperti gambar berikut.



Sesuai karakteristik saturasi dari penguat, output maksimumnya dibatasi sebesar Pout,maks  jika inputnya juga maksimum Pin,maks. Seperti gambar adalah sebelumnya daya input harus backed off supaya bekerja di daerah kerja linier penguat. Karena itu daerah tak liniernya dapat dinyatakan dengan IBO (Input Back-Off) atau OBO (Output Back-Off). 









Operasi penguat linier harus pada daerah linier supaya tidak terjadi distorsi, sehingga nilai puncak harus dibatasi bekerja pada daerah linier. Karakteristik tak linier HPA (High Power Amplifier), disebabkan oleh sinyal input yang besar, dapat menyebabkan radiasi out-of-band, yang mengganggu sinyal-sinyal dengan spektrum frekwensi yang berdekatan, dan distorsi in-band yang menghasilkan rotasi, peredaman dan offset (pergeseran frekwensi pembawa) sinyal-sinyal yang diterima .
Telekomunikasi

Rabu, 12 Oktober 2016

Proses Sistem Komunikasi OFDM

Deretan data informasi yang akan dikirim dikonversikan kedalam bentuk parallel, sehingga bila bit rate semula adalah R, maka bit rate di tiap-tiap jalur parallel adalah R/M dimana M adalah jumlah jalur parallel (sama dengan jumlah sub-carrier). Setelah itu, modulasi dilakukan pada tiap-tiap sub-carrier. Modulasi ini bisa berupa BPSK, QPSK, QAM atau yang lain, tapi ketiga teknik tersebut sering digunakan pada OFDM. Kemudian sinyal yang telah termodulasi tersebut diaplikasikan ke dalam Inverse Discrete Fourier Transform (IDFT), untuk pembuatan simbol OFDM. Penggunaan IDFT ini memungkinkan pengalokasian frekuensi yang saling tegak lurus (orthogonal). Setelah itu simbol-simbol OFDM dikonversikan lagi kedalam bentuk serial, dan kemudian sinyal dikirim.Sinyal yang terkirim tersebut, dalam persamaan matematik bisa diekspresikan sebagai berikut




Dimana Re(.) adalah bagian real dari persamaan,  f(t) adalah respons implus dari filter transmisi, T adalah periode simbol, v o adalah frekuensi pembawa (carrier frequency) dalam bentuk radian, j adalah fase pembawa (carrier phase), dan bn adalah data informasi yang telah termodulasi yang menjadi input dari IDFT. 


Telekomunikasi

Proses Terjadinya Intersymbol Interference - ISI

Pada suatu media waktu dispersif, laju transmisi Rb pada transmisi digital dibatasi oleh fenomena delay spread. Delay spread menyebabkan terjadinya intersymbol interference (ISI)  pada transmisi data. Guna menghindari ISI, maka laju transmisi (Rb) sebaiknya tidak melebihi kebalikan dari harga delay spread (), jika unit tidak bergerak : Rb = 1/L . Namun apabila unit dalam keadaan bergerak, harga Rb : Rb = 1 / 2pL





Ilustrasi Mengenai Multipath


Base station memancarkan satu frame data. Receiver menerima beberapa sinyal yang datang bersamaan dimana setiap sinyalnya berisikan message yang sama.Base station memancarkan satu frame data. Receiver menerima beberapa sinyal yang datang bersamaan dimana setiap sinyalnya berisikan message yang sama.



Intersymbol Interferense (ISI)



Ilustrasi diatas menunjukkan apa yang terjadi pada sisi penerima. Setiap frame yang diterima di sisi penerima mengalami waktu kedatangan yang berbeda (delay) dan power yang berbeda (bisa dilihat dari tinggi tiap frame yang berbeda). Asumsi synchronizer pada sisi penerima sempurna mendapatkan awal frame dimulai dari awal frame merah.


Setiap frame terdiri dari beberapa simbol. Ilustrasi diatas menunjukkan ada 2 simbol dalam 1 frame. Karena semua frame berisikan message yang sama, maka akumulasi simbol pada waktu yang sama tidak menghilangkan informasi/data pada simbol tersebut. Garis putus-putus pada ilustrasi diatas menunjukkan batas dari simbol pertama. Bisa kita lihat adanya akumulasi simbol pertama dan simbol kedua, dimulai dari frame ungu. Sebagian simbol pertama frame ungu akan terakumulasi dengan simbol kedua frame merah. Begitu pula pada frame hijau, dan seterusnya. Kondisi inilah kita sebut dengan inter-symbol interference (ISI).

Telekomunikasi

Selasa, 11 Oktober 2016

Frequency Selective Fading Channel adalah

Jika kanal memiliki constant-gain dan respon fasa linear dalam sebuah bandwidth yang lebih kecil dari bandwidth sinyal transmisi, maka kanal akan membuat frequency selective fading pada sinyal yang diterima. Pada kondisi tersebut, kanal respon impuls memiliki multipath delay spread yang lebih besar dari bandwidth timbal balik dari bentuk gelombang informasi yang ditransmisikan. Ketika hal ini terjadi, sinyal yang diterima termasuk versi multiple dari bentuk gelombang yang ditransmisikan dimana sinyal tersebut mengalami atenuasi dan terdelay, sehingga sinyal terdistorsi.


Frekuency selective fading disebabkan dispersi waktu dari symbol yang ditransmisikan dalam kanal. Sehingga kanal menginduksi intersymbol interference (ISI). Dilihat dalam domain frekuensi, komponen frekuensi tertentu pada spektrum sinyal yang diterima memiliki penguat lebih dari yang lain.


Kanal frequency selective fading lebih sulit untuk dimodelkan daripada kanal flat fading karena setiap sinyal multipath harus dimodelkan dan kanal harus diasumsikan sebagai linear filter. Hal ini sebagai alasan bahwa pengukuran wideband multipath dibuat dan model-modelnya dikembangkan dari hasil pengukuran-pengukuran tersebut.


Ketika menganalisis system komunikasi mobile, secara statistic model respon impuls seperti model two-ray Rayleigh fading (yang mempertimbangkan respon impuls menjadi dua fungsi delta yang fading secara independen dan memiliki time delay yang cukup untuk menginduksi frequency selective fading pada sinyal yang diterapkan) atau yang dihasilkan computer atau  pengukuran respon impul yang secara umum digunakan untuk menganalisis frequency selective small-scale fading.



Dalam frequency selective fading, spectrum S(f) dari sinyal yang ditransmisikan memiliki  bandwidth yang lebih besar daripada bandwidth coherence (Bc) dari kanal. Dilihat dalam domain frekuensi, kanal menjadi frekuency selective ketika gain berbeda untuk komponen frekuensi  berbeda. Frekuency selective fading disebabkan oleh multipath delay yang mendekati atau melebihi symbol period dari symbol yang ditransmisikan. Kanal frequency selective fading juga dikenal sebagai kanal wideband karena bandwidth dari sinyal s(t) lebih lebar daripada bandwidth dari kanal respon impuls.
Telekomunikasi

Apa itu Flat Fading Channel

 Flat Fading Channel

Jika kanal radio memiliki penguat konstan dan respon fasa linear dalam suatu bandwidth lebih baik daripada bandwidth dari sinyal transmisi, maka sinyal yang diterima akan mengalami flat fading. Karakteristik khusus dari sinyal yang ditransmisikan akan dipertahankan di receiver.
Flat fading dikenal juga sebagai kanal variasi amplitudo yang kadang disebut sebagai kanal narrowband, bandwidth dari sinyal yang digunakan. Ciri kanal flat fading menyebabkan deep fades sehingga membutuhkan wireleess lebih dari 20 atau 30 dB dari daya pemancar untuk mencapai laju bit error yang rendah selama waktu dari deep fades yang dibandingkan dengan sistem operasi bukan kanal fading. Efek dari flat fading yaitu mengurangi SNR dengan menggunakan teknik variasi mitigasi, sementara itu efek dari frekuency selective fading yaitu distorsi ISI (membutuhkan equalizer pada receiver), pemotongan pulsa dan BER yang tidak tereduksi. 


Telekomunikasi

Sabtu, 05 Desember 2015

Pengenalan instrumentasi Telekomunikasi

Pada percobaan tentang pengenalan instrumentasi diperoleh analisa data sebagai berikut:
Untuk mendapatkan hasil output signal seperti gambar di bawah ini langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:










Peralatan yang dibutuhkan berupa oscilloscope yang berfungsi sebagai output sehingga kita dapat melihat bentuk signal yang dihasilkan, function generator yang berfungsi sebagai input dimana kita dapat menentukan besar amplitudo maupun besar frekuensi yang diinginkan, selanjutnya untuk menghubungkan antar input dan output kita membutuhkan sebuah konektor. Konektor yang digunakan saat praktikum kemarin adalah konektor yang bertipe BNC yang memiliki redaman sebesar 1x. Redaman pada masing-masing konektor berbeda, dan untuk mendapatkan signal yang presisi maka kita harus tahu berapa redaman yang akan digunakan. Untuk mendapatkan bentuk signal seperti gambar diatar, langkah pertama hubungkan konektor dengan input dan output. 





Selanjutnya konektor tersebut diset/diberi redaman sesuai redaman yang dimiliki konektor tersebut. Selanjutnya pada function generator diset pada bentuk gelombang sine dan diberi frekuensi sebesar 1 kHz. Selanjutnya pada oscilloscope diset pada channel 1, kemudian diset dengan kondisi AC. Untuk mengubah besar kecilnya bentuk gelombng yang dihasilkan kita dapat mengubah time/div dan volt/div. Untuk frekuensi pada oscilloscope dan function generator harus dipastikan sama atau mendekati, agar mendapatkan bentuk signal yang presisi. Pada oscilloscope digital ini, kita dapat langsung menentukan gambar terbaik yang akan dihasilkan sehingga dari hasil gambar terbaik dihasilkan bentuk signal sesuai pada gambar diatas. Gambar terbaik dari bentuk signal yang dihasilkan yaitu ketika channel 1 diset dengan vol/div sebesar 50mV dengan time/div sebesar 500us.  Selanjutnya ketika oscilloscope diset pada kondisi DC maka akan dihasilkan garis lurus pada layar oscilloscope




Selanjutnya kita akan mengganti besar frekuensi pada function generator. Pada function generator, frekuensi diubah menjadi 2.5 kHz. Untuk oscilloscope diset dengan vol/div sebesar 50mV dengan time/div sebesar 500us. Dari hasil praktikum didapatkan bentuk signal terbaik untuk frekuensi 2.5 kHz adalah sebagai berikut:



Selanjutnya kita akan mengubah frekuensi menjadi 500 Hz pada function generator, sedangkan pada oscilloscope diset dengan vol/div sebesar 50mV dengan time/div sebesar 500us. Dari bentuk signal terbaik yang dihasilkan, didapatkan bentuk signal pada frekuensi 500Hz adalah sebagai berikut:






Dari pengubahan nilai frekuensi, terlihat bahwa semakin besar frekuensi yang digunakan, maka bentuk signal yang dihasilkan akan terlihat rapat pada div mendatarnya. Contohnya saja pada frekuensi 2.5 kHz, dihasilkan 12 gelombang pada layar oscilloscope. Sedangkan ketika frekuensi yang digunakan kecil, maka signal akan terlihat renggang pada div mendatarnya. Contoh pada frekuensi 500 Hz  pada layar oscilloscope hanya dihasilkan 2.5 gelombang. Semakin besar frekuensi yang digunakan, maka akan mempengaruhi div mendatar pada layar oscilloscope. Sedangkan untuk besar volt/div akan mempengaruhi div vertikal pada layar oscilloscope




KESIMPULAN:

1. 1.      Besar frekuensi yang digunakan, maka akan mempengaruhi div mendatar pada layar oscilloscope, sedangkan untuk besar volt/div akan mempengaruhi div vertikal pada layar oscilloscope.

2.    2.  Semakin besar frekuensi yang digunakan, maka bentuk signal yang dihasilkan akan terlihat rapat pada div mendatarnya, sedangkan ketika frekuensi yang digunakan kecil, maka signal akan terlihat renggang pada div mendatarnya.

3.     3.  Oscilloscope berfungsi sebagai output, function generator berfungsi sebagai input dan konektor berfungsi sebagai penghubung antara input dan output.

 . 
Telekomunikasi

Kamis, 03 Desember 2015

Kode PN Generator M-Sequence sebagai pemancar

Pada sisi pemancar, data biner input masuk ke serial to dibit converter disini data diubah dari bentuk serial (data masuk secara satu persatu-secara seri) dibagi ke dua bit biner. Setelah itu data masuk ke Differential Encoder dimana data akan dikodekan menjadi dua fase yaitu 0˚ untuk logic 0 dan 180˚ untuk logic 1.









Dimana data yang dikodekan adalah sebagai berikut, sebelum data ditebarkan, data akan dikodekan pada differential encoder,  yang berlaku :


dimana  adalah operasi logika XOR, sehingga dapat dikatakan bahwa :
θk = θk-1 + ∆θk
Pada tabel dibawah ini mencerminkan metode differential encoding dengan data bit BPSK.




setelah data dikodekan disini maka data di XOR kan dengan PN Code untuk kemudian disebarkan. Data yang tersebar masuk ke Modulator, disini modulator berfungsi sebagai pengali, dan NCO sebagai pemberi carier dimana untuk logic 1 data akan dikalikan dengan +Sin ωct dan untuk logic 0 dikalikan dengan -Sin ωct.
Telekomunikasi

Selasa, 01 Desember 2015

Kode Gold Sequence pada Trainer MCET-DS2000.

Teori Kode Gold telah membuktikan bahwa pasangan yang cocok dari kode Maksimal mempunyai periode N = 2n-1. Kode ini memiliki tahap umpan balik yang relative lebih sedikit. Kode Gold dibentuk dari penambahan chip demi chip dengan clock yang disinkronkan. Kode-kode yang disinkronkan ini memiliki panjang yang sama, sehingga kedua pembangkitan kode panjang maksimal dapat terjaga agar phase-nya sama. Kode yang dibangkitkan memiliki panjang sama dengan kode dasarnya, namun tidak maksimal.
Dengan konfigurasi kode Gold, dapat dihasilkan 33 kombinasi kode panjang maksimal dengan lima shift register. Sehinga dengan n register, kode dapat membangkitkan 2n-1 deretan panjang maksimal, ditambah dua deretan maksimal dasarnya.

Untuk mendapatkan pasangan yang cocok dari kode panjang maksimal yang memiliki nilai korelasi silang rendah. Kita membutuhkan preferred pair. Berikut ini adalah tabel yang mendaftarkan seluruh preferred pairs yang paling umum digunakan untuk derajat 5 sampai 11.







Di bawah ini akan ditunjukkan contoh pembangkitan kode Gold dengan nilai N=5, sehingga panjang periode L=25-1=31. Selanjutnya berdasarkan teori Peterson dan Weldon pasangan preffered pair yang dapat terbentuk adalah:
                              g1 (D) = 1+D2+D5
                              g2 (D) = 1+D2+D3+D4+D5
Bentuk blok diagram dari persamaan di atas adalah seperti Gambar 3.1 di bawah ini:





Beberapa keuntungan yang diperoleh dari penggunaan kode ini antara lain adalah:
a.       Sedikitnya tahap umpan balik yang akan dipakai.
b.      Kode-kode yang ditambahkan melalui proses penambahan chip per chip dengan clock yang disinkronkan mempunyai panjang periode yang sama, sehingga kedua pembangkitan kode panjang maksimal tersebut dapat menjaga agar fase-nya selalu sama.
c.       Dengan konfigurasi kode Gold akan dihasilkan konfigurasi yang panjangnya ditambah dua deretan dari maksimal dasarnya L=2n-1.
d.      Korelasi silang dari kode-kode panjang maksimalnya yang rendah dan terbatas.
e.       Untuk teknologi CDMA yang menginginkan kerja simultan banyak digunakan kode Gold ini untuk membawa banyak sinyal pada frekuensi pembawa yang sama.

Telekomunikasi

Senin, 30 November 2015

PN Code Generator dengan M-sequence

Berdasarkan definisinya, kode maksimal adalah kode terpanjang yang dapat dibangkitkan oleh kode linier register geser, inisialisasi sekarang sam dengan inisialisasi sebelumnya. Dalam pembangkitan register geser biner, periode deretan maksimal, N = 2n – 1 chip, dimana n adalah jumlah tahapan register geser. Dimana masing-masing periode terdiri dari 2n – 1 biner 1 dan 2n -1 biner 0.
Karakteristik dari deretan maksimal adalah:
·         Dalam satu periode, banyaknya “1” selalu lebih satu daripada “0”.
·         Bilangan “0” dan “1” dinyatakan oleh -1 v dan +1 v.
Sebuah linier feedback register geser (LFSR) dengan 3 tahapan, dapat dilihat seperti pada 










I.     Peralatan
a.       PC dengan operating system  windows 98.
b.      Trainer MCET-DS2000 (BBU Only).


1.      Seperti pada langkah



2.      Klik Design pilih PN Code-M sequence,  maka muncul menu

3.      Gunakan code length 31.

4.      Tentukan 1st Polynomial : 110111 dan 2nd Polynomial : 100101. Klik Generate PN Codes lalu Display Graph dan akan tampil korelasi dan spektrumnya seperti


5.      Klik design pilih transmitter. Cek kembali masing–masing blok yang ada, apakah sudah sesuai dengan hasil praktikum pertama. Jika sudah sesuai dengan hasil praktikum pertama maka lanjutkan ke langkah berikutnya.

6.      Setelah itu Klik Analysis dan data type pilih Text, akan tampil




 7.   Klik pada posisi Transfer yang ada di  Text dialog.


 Text Dialog setelah diklik transfer dan berhasil.

8.      Lalu klik Analysis Transmitter lihat dan gambar gelombang yang dihasilkan pada setiap titik secara berurutan.


9.      Dapat juga menggunakan RUN Dialog untuk mengetahui masing-masing bentuk gelombang sinyal.
Telekomunikasi

Minggu, 29 November 2015

Trainer MCET-DS2000

Telekomunikasi bergerak (mobile communication) adalah teknologi yang tumbuh paling cepat. MCET-DS2000 (Mobile Communication Educational Trainer) dibuat secara efisien melalui teknik sistem komunikasi digital nirkabel terbaru seperti komunikasi digital, komunikasi teknik selular paralel dengan prinsip berdasar pada teori dan praktek.








Hal ini dapat menawarkan tingkatan teknis berbagai instruktur secara bertahap dari suatu penjelasan desain program window dengan sistem komunikasi dan pencapaian analisa. Sistem ini diharapkan berperan untuk persiapan seseorang yang sedang menghadapi teknologi bagi orang-orang yang terkait dengan sistem komunikasi. Pengembangan sistem selanjutnya seperti halnya untuk menyebarkan dan mempercepat teknik ke bidang pendidikan melalui efek CDMA teori teknis dan praktek dengan MCET-DS2000.




 MCET (Mobile Communications Educational Trainer) terdiri dari dua papan hardware yaitu BBU (Base Band Unit) dan program window digunakan sebagai sistem kontrolnya (MCET.EXE). Selain itu juga ada kabel serial RS-232 (25dB male/female) untuk menyambungkan BBU dan PC, konektor BNC 50 ohm dan 14 pin kabel plat untuk menghubungkan pemakaian dari rangkaian feedback BBU-IFU dan BBU-FCS-IFU dan bagian power untuk menyalakan power dengan kekuatan +5V, +12V, -5V.

Telekomunikasi

Rabu, 14 Januari 2015

Misteri SSH pada internet operator hingga menjadi gratis

Topik bahasan ini kalau saya bahas di blog komandan ni mah,sudah banyak yang tau. Bahkan sekarang voucher perdana berpaketkan inernet diluar batas ketentuan resmi operator.Dengan iming iming harga murah kita bisa mendapatkan kuota yang berlimpah.Namun kita tidak tau halal apa tidak membeli barang seperti itu. Pasalnya harga yang sangat jauh dari harga operator bisa bikin siapa saja tergiur. Bahkan para pemain SSH pun tak jarang menjual produknya secara online. Pingin tau mengenai SSH mari kita simak.

tutorial SSH


Secure Shell atau SSH adalah network protocol yang memungkinkan pertukaran data melalui dua perangkat jaringan. SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan remote shell yang tidak aman seperti pengiriman informasi pribadi pengguna, terutama kata sandi. SSH menyediakan Enkripsi kerahasiaan dan keamanan tingkat tinggi untuk menjaga privasi.

Di Indonesia, SSH dikenal sebagai tool untuk mendapatkan akses internet secara gratis. SSH bisa dugunakan untuk mendapatkan akses internet gratis dan tanpa batas kuota.


SSH adalah cara berinternet menggunakan server lain tetapi melalui perantara operator dengan memanfaatkan infrastruktur operator yang mengakibatkan traffic padat dan sistem menjadi terbebani.

Jadi intinya penggunaan SSH akan mengambil jalur yang disedikan oleh operator,namun sebenarnya tidak dibuka untuk umum.


Semoga bermanfaat
Telekomunikasi

Senin, 12 Januari 2015

WiMax tidak berkembang di Indonesia?

Seperti yang kita ketahui wimax adalah salah satu teknologi 4G.Pada artikel saya arsitektur 4G di indonesia sudah dijelaskan sekilas mengenai keunggulan dari teknologi WiMax. Apalagi dengan  Connectivity Service Network (CSN)  sangat memanjakan user khususnya orang Indonesia. Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa WiMax tidak berkembang di negara kita. Padahal sudah beberapa tahun lalu teknologi ini diisukan dari berbagai negara dibelahan dunia.


wimax indonesia


Ada beberapa faktornya adalah:

Kebijakan lisensi fixed WiMAX Awalnya lisensi yang ditender pemerintah adalah Fixed WiMAX. dan pada saat yang sama standar Mobile WiMAX telah diterbitkan dan siap komersial. Para pemegang lisensi ragu menggelar Fixed WiMAX, kawatir layanannya tidak mampu bersaing dengan Mobile WiMAX.

 Kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) Pemerintah mensyaratkan TKDN minimal 30% untuk perangkat dan 40% persen untuk base station. Maksud kebijakan tersebut baik, yaitu membangkitkan industri lokal dan transfer teknologi. Namun, harga perangkat menjadi lebih mahal karena skala ekonomi yang terbatas.

 Bayang – bayang LTE Operator GSM sudah pasti akan menggelar LTE ketika lisensinya telah ditender pemerintah. Dengan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 245 juta, penetrasi LTE tentu akan meluas, sehingga operator WiMAX semakin sulit bersaing melawan LTE.


Semoga teknologi ini dapat berkembang cepat di Indonesia.
Telekomunikasi

Minggu, 11 Januari 2015

Persamaan Matematika Menggunakan Matlab

Pada artikel kali ini saya akan membahas sedikit contoh saja.Karena anda sudah saya anggap membaca operasi dasar pada matlab. oleh karena itu saya akan memberikan sedikit contoh penggunaannya dalam persamaan Matematika. Jadi pada tutorial ini anda akan dipandu untuk menggunakan rumus matematika ke software matlab. Langsung saja ,berikut tutorialnya:


Percobaan




Codingnya

koding matlab


Hasil Grafik

grafik matlab


Analisa Grafik:

 Grafik di atas terdiri dari dua fungsi , yaitu fungsi linier(y(t)) dan fungsi non linier(z(t)). Untuk fungsi linier ditunjukkan oleh garis lurus berwarna biru sedangkan fungsi non linier ditunjukkan oleh kurva berwarna merah. Plot grafik di atas memiliki range waktu 0-10 dengan step 0.1. Pada interval waktu tersebut, kedua fungsi memiliki range hasil yang naik. Penggambaran grafik pada matlab yang lebih dari satu fungsi dapat dijadikan satu dengan menggunakan perintah hold on. Dapat juga ditambahkan judul dengan perintah title, pemberian nama pada sumbu dengan perintah xlabel atau ylabel. Sedangkan pemberian keterangan nama masing- masing grafik menggunakan perintah legend.

Sudah yang sederhana saja dulu hehe, semoga bermanfaat dari blog komandan ini.
Telekomunikasi

Sabtu, 10 Januari 2015

SATELIT TWINSAT LAPAN

Pada post sebelumnya saya membahas tentang izin satelit.Pada post kali ini saya akan berbagi pengetahuan lagi tentang satelit.Ini merupakan jenis satelit Twinsat lapan,yang nantinya akan diluncurkan.Di Indonesia dibuat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN.Awalnya dibuat untuk komunikasi darurat ketika bencana. Mendukung komunikasi saat keadaan darurat dalam bentuk voice dan data.

 Kemampuan dalam keadaan darurat :
1.Mampu mengambil citra daerah bencana dengan resolusi 5m.
2.Mengirimkan data secara langsung (real time) dalam waktu peliputan yang tinggi (15 menit dalam radius 1000km)

Diluncurkan pada tahun 2011 dengan menggunakan roket ISRO dari india.

 1.Diletakkan pada sudut yang sesuai dengan posisi geografis indonesia 6-9 derajat dengan ketinggian 650 km diatas permukaan bumi.

 2.Bekerja pada orbit near equatorial yang jarang digunakan oleh negara-negara lain karena coverage yang sempit

3.Satelit ini lebih sering melintas di Indonesia (11 – 12 kali perhari) 4.Memiliki berat total 140 kg Terdiri dari 2 buah satelit yaitu, LAPAN A2 dan LAPAN A3




LAPAN A2
 Didesain guna mendukung penangana bencana dan juga monitoring kapal.
Muatan video surveillance (color for 80 km swath) dan juga kamera digital (Ground resolution: 5,96 m, Ground coverage: 12,2 x 12,2 km).LAPAN A2 juga dilengkapi dengan muatan repeeater Automatic Identification System (AIS) guna navigasi maritim dan monitoring trafik kapal yang selama ini ditempatkan di darat.


LAPAN A3
diperuntukkan guna bantuan penanganan bencana,LAPAN A3 tersebut dimuatkan repeater Voice dan juga APRS guna membantu komunikasi rekan amatir. LAPAN A3 juga dilengkapi dengan muatan 3-band multi imager spectral camera (Ground resolution: 16.7 m, Ground coverage: 101.87 km swath width) dan juga video camera (Video camera PAL color for 80 km swath width ground coverage) guna bantuan monitoring bencana, penggunaan lahan, sumberdaya alam serta monitoring lingkungan.
Telekomunikasi

Cara Perizinan Satelit di Indonesia

Setelah pada bulan lalu saya menulis tentang artikel saya tentang cara peluncuran satelit,kini saya akan membahas bagaimana cara izin peluncuran satelit tersebut, Terutama di negara kita tercinta Indonesia.

A.Penerbitan izin stasiun Radio Telekomunikasi yang menggunakan Satelit
ØPermohonan Izin Stasiun Radio (ISR), baik izin stasiun angkasa maupun izin stasiun bumi dengan menggunakan formulir yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pos dan Teekomunikasi
Ø
ØPendaftaran dan penandaan Stasiun bumi
Setiap stasiun bumi yang melakukan pemancaran ke suatu stasiun angkasa dan
atau penerimaan dari suatu stasiun angkasa wajib diberi tanda pada stasiun
buminya, yang memuat keterangan:
a. Nama pengguna;
b. Nomor ISR stasiun angkasa atau nomor ISR stasiun bumi;
c. Nama satelit yang digunakan;
d. Slot orbit satelit yang digunakan;
e. Spektrum frekuensi radio yang digunakan;

f. Lebar pita (bandwidth) dan polarisasinya

B.Penerbitan izin stasiun Radio Telekomunikasi yang menggunakan Satelit Asing
ØSebelum mendapatkan ISR Penyelenggara Telekomunikasi harus mempunyai hak labuh (landing right)
Ø
ØUntuk permohonan ISR berupa izin stasiun angkasa, hak labuh (landing right) diberikan dengan syarat:   
a. satelit asing tersebut telah menyelesaikan koordinasi satelit dan atau tidak menimbulkan interferensi yang merugikan (harmful interference) dengan satelit Indonesia maupun stasiun radio yang  telah berizin
b. terbukanya kesempatan yang sama bagi penyelenggara satelit Indonesia untuk berkompetisi dan  beroperasi di negara asal  penyelenggara  satelit asing tersebut.

ØUntuk permohonan ISR berupa izin stasiun bumi, hak labuh (landing right)  diberikan dengan syarat:   
a.satelit asing tersebut tidak menimbulkan interferensi yang merugikan (harmful interference) terhadap satelit Indonesia maupun satelit lain yang telah memiliki izin stasiun angkasa serta terhadap stasiun radio yang telah berizin
b.terbukanya kesempatan yang sama bagi penyelenggara satelit Indonesia untuk berkompetisi dan  beroperasi di negara asal  penyelenggara  satelit asing tersebut. 

ØMekanisme Permohonan Hal Labuh (Landing Right) untuk ISR (Stasiun Angkasa)
1. Hak labuh (landing right) untuk izin stasiun angkasa hanya dapat diberikan kepada:
a. penyelenggara jaringan telekomunikasi
b. penyelenggara jasa interkoneksi internet (Network Access Point/NAP)

2. Permohonan hak labuh (landing right) untuk penggunaan satelit asing diajukan oleh penyelenggara telekomunikasi kepada Direktur Jenderal.

3. Permohonan  hak labuh (landing right) wajib disertakan bukti tertulis bahwa satelit asing yang akan digunakan:
a. telah menyelesaikan koordinasi satelit
b. tidak menimbulkan interferensi yang merugikan (harmful interference) dengan satelit Indonesia maupun stasiun radio yang telah berizin
4. Bukti tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 3 berupa:
a. Surat Pernyataan dari penyelenggara satelit asing tersebut
b. Dokumen hasil koordinasi satelit (summary record) antara Administrasi Telekomunikasi Indonesia dengan Administrasi Telekomunikasi negara asal  satelit  asing tersebut

5. Pengajuan  hak labuh (landing right) juga wajib disertakan bukti tertulis bahwa   di negara asal  penyelenggara   satelit asing tersebut terbuka kesempatan yang sama bagi penyelenggara satelit  Indonesia untuk berkompetisi dan beroperasi (reciprocity).

6. Negara asal penyelenggara satelit asing adalah negara yang mendaftarkan filing satelit dimaksud ke ITU.
 
7. Bukti tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 5 dapat berupa:
a. Surat Keterangan dari Administrasi Telekomunikasi satelit asing yang akan digunakan, yang ditujukan kepada Administrasi Telekomunikasi Indonesia
b. Kesepakatan Bersama antara  administrasi telekomunikasi Indonesia dengan administrasi telekomunikasi satelit asing yang akan digunakan.
8. Direktur Jenderal menerbitkan hak labuh (landing right) setelah semua persyaratan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dan angka 5 dipenuhi oleh penyelenggara telekomunikasi.
 
9. Setelah hak labuh (landing right) diterbitkan, penyelenggara telekomunikasi dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan ISR izin stasiun angkasa.

10. Mekanisme permohonan untuk mendapatkan ISR izin stasiun angkasa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal tersendiri dan menggunakan formulir permohonan.
11. Direktur Jenderal menerbitkan ISR izin stasiun angkasa setelah pemohon membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio yang besarnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.  

ØMekanisme Permohonan Hal Labuh (Landing Right) untuk ISR (Stasiun Bumi)
1. Hak labuh (landing right) untuk izin stasiun bumi dapat diberikan kepada semua penyelenggara telekomunikasi, kecuali:  
a. penyelenggara telekomunikasi khusus untuk keperluan badan hukum
b. penyelenggara jasa akses internet (internet service provider)
c. penyelenggara jasa jual kembali warung internet
 
2. Permohonan hak labuh (landing right) untuk penggunaan satelit asing diajukan oleh penyelenggara telekomunikasi kepada Direktur Jenderal.

3. Permohonan  hak labuh (landing right) wajib disertakan bukti tertulis bahwa satelit asing yang akan digunakan tidak menimbulkan interferensi   yang   merugikan   (harmful interference) terhadap  satelit Indonesia maupun satelit lain yang telah memiliki izin stasiun angkasa, serta terhadap stasiun radio yang telah berizin.
4. Bukti tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 3 berupa:
a. Surat pernyataan dari penyelenggara satelit asing tersebut
b. Dokumen hasil koordinasi satelit antara Administrasi Telekomunikasi Indonesia dengan Administrasi Telekomunikasi negara asal  satelit asing tersebut; dan
c. Jaminan tertulis dari pemohon ISR izin stasiun bumi bahwa setiap saat (24 jam per hari) menyiapkan sistem dan sumber daya manusia yang dapat mengatasi setiap gangguan terhadap sistem satelit dan terrestrial Indonesia, dan bilamana gangguan terus menerus terjadi, bersedia menghentikan operasinya tanpa syarat. 

5. Pengajuan  hak labuh (landing right) juga wajib disertakan bukti tertulis bahwa   di negara asal  penyelenggara   satelit asing tersebut terbuka kesempatan yang sama bagi penyelenggara satelit  Indonesia untuk berkompetisi dan beroperasi (reciprocity).
 
6. Negara asal penyelenggara satelit asing adalah negara yang mendaftarkan filing satelit dimaksud ke ITU.
 
7. Bukti tertulis sebagaimana dimaksud pada angka 5 dapat berupa:
a.  Surat Keterangan dari administrasi telekomunikasi satelit asing yang akan digunakan, yang ditujukan kepada administrasi telekomunikasi Indonesia
b.Kesepakatan bersama antara  administrasi telekomunikasi Indonesia dengan administrasi telekomunikasi satelit asing yang  akan digunakan.
8. Direktur Jenderal menerbitkan hak labuh (landing right) setelah semua persyaratan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dan angka 5 dipenuhi oleh penyelengara telekomunikasi.
 
9. Setelah hak labuh (landing right) diterbitkan, penyelenggara telekomunikasi dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan ISR izin stasiun bumi.

10. Mekanisme permohonan untuk mendapatkan ISR izin stasiun bumi dilaksanakan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal tersendiri dan menggunakan formulir permohonan.


izin peluncuran satelit

Telekomunikasi

 

Copyright © Komandan Note™ is a registered trademark.
Designed by Templateism. Hosted on Blogger Templates.Jual Rumah Syariah.