Pemerataan IPTEK Indonesia

Dunia teknologi terus berkembang dari tahun ke tahun.Muculnya peralatan teknologi baru,sekan menjadi hal yang biasa.Perkembangan teknologi ini terus berlanjut demi membantu kebutuhan manusia dalam berbagai bidang.Baik dari kebutuhan bidang informasi,pendidikan dan lingkungan.Di Tahun 2013 ini,Indonesia telah mengembangkan banyak teknologi diberbagai sektor.Namun untuk pemanfaatannya banyak dilinilai belum optimal oleh masyarakat. Sebagai contoh sektor lingkungan sumber daya air.




Nah,Terkait dengan tugas dan fungsi Badan Litbang PU, saat ini sedang
berkembang isu mengenai rendahnya pemanfaatan teknologi hasil litbang dalam
penyelenggaraan pembangunan infrastruktur PU.

Menurut kajian yang pernah dilakukan Kasoema (2010), sejak tahun 2005-2009, Badan Litbang PU telah menghasilkan 628
karya iptek:
31% bidang Sumber Daya Air;
19% bidang Jalan dan Jembatan;
23% bidang permukiman;
27% bidang sosial-ekonomi-budaya.

Tapi hanya 60,02% dari karya iptek tersebut yang telah diterapkan oleh pengguna. Demikian halnya dengan kajian yang dilakukan oleh Pamekas (2011) mengenai pemanfaatan Norma, Standar, Pedoman, Manual (NSPM), studi yang dilakukan pada lima propinsi, pemanfaatan teknologi hanya sebesar 66,4% atau hanya efektif 40,33% dari teknologi yang tersedia.



Melihat fakta ini, apakah dapat disimpulkan bahwa teknologi kurang berkualitas?Hal ini perlu disikapi secara bijak, karena ada juga fakta yang memperlihatkan bahwa beberapa produk unggulan litbang sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. RISHA, C-plus, aplikasi bambu laminasi, N-Panel, PLATO, atau teknologi irigasi springkler adalah beberapa produk litbang yang cukup sukses dan dimanfaatkan dalam pembangunan infrastruktur PU.








Wajib kita pikirkan bagaimana cara meningkatkan kesiapan teknologi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat secara berkelanjutan?Inilah timbal balik dari berkembang pesatnya teknologi di Indonesia.Jangan sampai karya anak bangsa sia-sia dinegeri sendiri.Oleh karena itu penting sekali tindakan yang tidak hanya mengembangkan dan mewadahi teknologi,namun juga menyiapkan masyarakat dalam penggunan teknologi.







Dengan demikian kendala-kendala ketidakber lanjutan pemanfaatan teknologi akan dapat diantisipasi dan direduksi.


Untuk itu fokus pertanyaan penelitian meliputi beberapa hal yaitu:

1. Hal-hal apa yang membuat pemanfaatan teknologi kurang berkelanjutan?
2. Bagaimana instrumen penilaian kesiapan teknologi disusun dan apa saja unsur-unsur
yang dinilai?
3. Bagaimana gambaran tingkat kesiapan teknologi pusat-pusat litbang ABC?
4. Bagaimana strategi kesiapan teknologi untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan?

Dengan 4 pertanyaan ini adalah modal untuk meneliti kesiapan masyarakat dalam teknologi

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang PU) adalah salah satu unit
eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum yang bertugas melaksanakan penelitian,
pengembangan dan penerapan IPTEK dalam mendukung penyelenggaraan infrastruktur
PU. Porsi dukungan litbang ke ditjen (internal) adalah 70% sedangkan ke eksternal
(pemda dan masyarakat) adalah 30%.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang PU) adalah salah satu unit
eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum yang bertugas melaksanakan penelitian,
pengembangan dan penerapan IPTEK dalam mendukung penyelenggaraan infrastruktur
PU. Porsi dukungan litbang ke ditjen (internal) adalah 70% sedangkan ke eksternal
(pemda dan masyarakat) adalah 30%.

Tiga pusat litbang yang pertama menangani bidang teknis: sumber daya air, permukiman dan jalan dan jembatan. Sementara itu Puslitbang
Sosekling bertugas menangani aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

Lingkup kegiatan (core business) litbang PU terdiri dari tiga kelompok yaitu:
1) Penelitian dan Pengembangan (research and development)
2) Layanan Konsultansi (consulting service)
3) Edukasi (education).

Sektor yang menjadi domain litbang PU meliputi teknologi bidang sumber daya air terdiri dari: irigasi dan drainase, sungai dan sabo, rawa dan danau, tata air dan
air baku, bangunan air utama (bendung dan bendungan) serta pantai. Teknologi bidang
jalan dan jembatan, antara lain geoteknik jalan, bahan dan perkerasan jalan, teknik
lalu-lintas jalan dan lingkungan jalan, jembatan, bangunan pelengkap jalan. Teknologi
bidang permukiman meliputi:

(1) bidang tata ruang bangunan dan kawasan,
(2) bidang struktur dan konstruksi bangunan,
(3) bidang sains bangunan,
(4) bidang lingkungan permukiman,
(5) bidang bahan bangunan,
(6) bidang pengembangan teknologi perumahan tradisional. Puslitbang Sosekling sendiri tidak menghasilkan teknologi,
tetapi produk pedoman, model, manual dan rekomendasi sosial, ekonomi dan
lingkungan bidang sumber daya air, jalan dan jembatan serta permukiman, pemetaan
sosial dan inkubasi teknologi.





Beberapa parameter yang dari hasil penilaian ternyata tidak/belum tercapai sesuai dengan tahapan riset yang dilakukan,
mengindikasikan riset belum dilakukan secara komprehensif, dalam pengertian seluruh aspek kesiapan teknologi yang meliputi aspek teknis, sosial, ekonomi, lingkungan
belum diakomodasi secara optimal.



Penyebab pemanfaatan produk-produk litbang kurang optimal

 Terdapat beberapa produk yang memiliki fungsi sama dengan teknologi
yang dihasilkan
 Teknologi yang dihasilkan kurang sederhana, tidak mudah untuk dipahami
dan dimanfaatkan oleh para pengguna
 Harga jual teknologi tidak sesuai dengan daya beli masyarakat
 Kurangnya dukungan dari para pemangku kepentingan pada saat uji coba
skala lapangan
 Tidak terprogramkannya pelatihan untuk OP pada saat uji coba skala
lapangan



Dengan IPTEK bisa memudahkan berbagai kebutuhan manusia dalam kehidupan sehai-hari.Namun pemahaman IPTEK setiap orang sanglah berbeda.Tinggal bagaimana kita memanfaatkan teknologi yang sudah diciptakan dan sudah ini.Kesadaran pentingnya ILMU teknologi di Indonesia tidak merata karena terbatas sarana dan prasarana di daerah tertentu.
IPTEK, Jalan Keluar Permasalahan Bidang Pekerjaan Umum





LEARN AND SHARE

Pembelajaran teknologi kepada masyarakat sanagt dieprlukan baik itu dalam bentuk seminar,wordshop atau pelatian di bidang IPTEK perlu dilakukan lebih intensif
terutama pada daerah-daerah yang sangat minim pengetahuan teknologi,namun dibantu dengan teknologi baru.Hal ini bisa menyiapkan masyarakat untuk menggunakan teknologi bahkan menciptakannya.

Setelah paham,maka masyarakat akan membagikan ilmunya kepada orang dilingkungannya seperti keluarganya,tetangga atau saudaranya.Sehingga ilmu teknologi bisa berkelanjutan.



MEDIA

Media meruapakan pilihan yang tepat sebagai penghubung informasi dengan masayarakat.Publikasi melalu website,facebook dan twitter yang banyak sekali
digunakan oleh masyarakat indonesia yang sebagaian besar paham akan teknologi merupakan langkah yang tepat.Melalui lomba blog maka akan banyak pula yang mempublikasikan pemanfaatan teknologi yang belum diketahui oleh banyak orang.(seperti saya yang awaalnya belum paham bidang lingkungan).
Semakin banyak masyarakat tau teknologi ciptaan anak bangsa yang berkembang maka semakin banyak pula masyawakat tau bahkan terpacu untuk menciptakan yang lebih inovatif.



TARGET MAHASISWA

Target dalam membantu pemahaman teknologi Mahasiswa sebagai agent of change merupakan peran yang tepat.Selain itu dalam mencari SDM yang tepat dalam membantu IPTEK jenjang ini memiliki banyak potensi mengembangkan teknologi.Kerjasama dalam kegiatan sosial mahasiswa bisa membantu penyebaran IPTEK sebagai jalan keluar permasalahan bidang pekerjaan umum





SARANA

Pemerataan dari daerah desa yang sangat minim sekali fasilitas seperti komputer dan internet.Karena kebutuhan IPTEK terdapat dari Website yang memerlupan komputer dan internet untuk mendapatkannya.
Supaya masyarakat bisa memanfaatkan teknologi yang ada dan mengembangkan.

 

1 komentar:

  1. I noticed that it's hard to find your website in google, i found it on 17th spot, you should get some quality backlinks to rank it in google and increase traffic. I had the same problem with my website, your should search in google for - insane google ranking boost - it helped me a lot

    BalasHapus