Transformasi forier pada spectrum analyzer

Seperti yang kita ketehui Penggunaan hukum fourier. Pada spectrum analyzer diatur frekuensi sebesar 1500 Hz. Frekuensi ini merupakan frekuensi fundamental. membuktikan ke efektifan alat ukur yang menunjukkan frekuensi harmonisa paling kecil diantara alat function generator, audio analyzer, dan standart signal generator. 
Secara bergantian ketiga alat tersebut diamati satu per satu. Output diamati dari oscilloscope, dan hasilnya seperti yang terlihat pada ketiga gambar diatas. Dari ketiga gambar tersebut dapat dilihat bahwa yang memiliki frekuensi harmonisa terkecil adalah ketika menggunakan audio analyzer.

Sinus ideal hanya terdapat didalam teori saja. Pada saat dibuktikan secara praktek dengan menggunakan function yang dihubungkan  ke spectrum analyzer, maka pada spectrum analyzer akan muncul frekuensi harmonisa. Sinyal sinus yang bagus adalah yang memiliki harmonisa palin kecil (mendekati sinus asli)



Kemudian selanjutnya adalah mengukur distorsi yang terjadi. Persamaan yang digunakan

b.     Kesimpulan

1.      Hukum fourier digunakan untuk mencari kandungan frekuensi dari suatu sinyal periodic
2.      Sinyal sinus yang bagus adalah yang memiliki frekuensi harmonisa paling kecil

3.      Instrument yang menghasilkan fekuensi harmonisa terkecil adalah audio analyzer.

Tidak ada komentar